Jow Suba —

Desa
Saukabu

Kampung pesisir di Waigeo Barat Kepulauan, Kabupaten Raja Ampat, dengan hamparan pasir putih yang memanjang dan letak berhadapan langsung dengan Puncak Piaynemo.

148 KK
Kepala Keluarga
SK No. 51/2014
Penetapan SK Kampung
8-12 Jam
Akses Laut ke Saukabu dari Sorong
10–15 Menit
Menuju Puncak Piaynemo
🏝️

Tentang Desa

Profil, lokasi, dan informasi umum Kampung Saukabu.

🎯

Atraksi & Aktivitas

Gua bersejarah, observasi alam, dan pesona Puncak Piaynemo.

🦜

Keanekaragaman Hayati

Beragam spesies burung endemik dan satwa liar lainnya.

🌿

Ensiklopedia Flora

Kekayaan tumbuhan dan vegetasi Pulau Fam, Saukabu.

🏠

Homestay

Tempat menginap autentik bersama warga lokal.

🛒

Produk UMKM

Kerajinan tangan, kuliner lokal, dan produk unggulan.

📰

Berita & Update

Informasi terbaru seputar kegiatan dan program desa.

📸

Galeri

Kumpulan foto dokumentasi keindahan Saukabu.

📞

FAQ & Kontak

Pertanyaan umum, akses lokasi, dan narahubung.

← Kembali ke Beranda
Tentang Kampung

Kampung pesisir dengan garis pantai pasir putih yang panjang

Saukabu adalah kampung pesisir di Kabupaten Raja Ampat, Provinsi Papua Barat Daya, yang dikenal dengan pesona pasir putihnya yang membentang cukup panjang di sepanjang bibir pantai. Keseharian masyarakat Saukabu bertumpu pada laut dan kebun — sebagian besar warga bermata pencaharian sebagai nelayan dan petani, sekaligus mulai aktif terbuka bagi pengunjung dari berbagai daerah.

Akses internet di Saukabu sudah berjalan lancar, sehingga pengunjung tetap dapat terhubung selama tinggal di kampung — mulai dari mengabadikan momen di pantai hingga berbagi cerita perjalanan secara langsung.

Legalitas
Kampung Resmi Berstatus SK Ditetapkan oleh Pemerintah Kabupaten Raja Ampat
No. SK  : 51 Tahun 2014
Lokasi  : Distrik Waigeo Barat Kepulauan
Status  : Kampung Pesisir — 148 Kepala Keluarga
Foto Kampung Saukabu
Letak Istimewa
Dermaga menuju Piaynemo
15' Menit Perjalanan Laut

Gerbang Terdekat menuju Puncak Piaynemo

Kampung Saukabu merupakan salah satu titik terdekat menuju Puncak Piaynemo, ikon Raja Ampat yang terkenal di dunia. Hanya dengan perjalanan laut sekitar 10–15 menit dari desa, Anda sudah tiba di gugusan pulau karang Piaynemo yang menakjubkan.

Posisi strategis ini menjadikan Saukabu tempat singgah yang ideal — menawarkan suasana kampung pesisir yang tenang, sekaligus basis terdekat untuk menjelajahi salah satu lanskap karst paling ikonik di dunia.

← Kembali ke Beranda
Atraksi & Aktivitas

Lebih dari sekadar pantai — kehidupan kampung yang autentik

Artefak di Gua Saukabu
Petualangan

Susur Gua & Artefak

Jelajahi gua-gua kapur di sekitar kampung yang menyimpan artefak peninggalan pendahulu yang masih terjaga. Dinding gua menjadi saksi bisu kisah leluhur Saukabu selama berabad-abad — sebuah perjalanan sejarah yang benar-benar langka.

Buku Album Saukabu
Jejak Pendahulu

Buku Album Saukabu

Telusuri sejarah dan dokumentasi awal Kampung Saukabu, termasuk inisiatif kawasan Taman Perlindungan Laut dari catatan Sea Sanctuaries Trust. Sebuah arsip hidup tentang kampung yang tumbuh bersama lautnya.

Burung Bayan (Eclectus roratus)
Alam Liar

Pengamatan Burung

Amati langsung spesies burung endemik Papua seperti Burung Bayan, Nuri Pipi-Merah, dan Walik Dada Putih di habitat aslinya. Waktu terbaik adalah pagi hari — bawa teropong dan nikmati serenade alam liar Pulau Fam.

Danau terbesar di Pulau Fam
Alam & Hiking

Danau Pedalaman Pulau Fam

Pulau Fam menyimpan danau pedalaman terbesar di gugusan kepulauan ini. Jalur hiking menuju danau melewati hutan tropis yang lebat dan sering menjadi tempat pengamatan satwa liar yang tidak akan terlupakan.

Puncak Piaynemo Raja Ampat
Ikon Raja Ampat

Puncak Piaynemo

Dari Saukabu, Puncak Piaynemo — lanskap karst paling ikonik di dunia — hanya 10–15 menit perjalanan laut. Pemandangan gugusan pulau dari atas puncaknya adalah salah satu yang paling menakjubkan yang pernah ada.

Snorkeling di perairan Saukabu
Bawah Laut

Snorkeling & Manta Ray

Perairan di sekitar Kepulauan Pam termasuk dalam Segitiga Terumbu Karang Dunia. Snorkeling dari tepian homestay sudah menawarkan terumbu karang yang spektakuler, sementara Andau adalah spot legendaris untuk berenang bersama Manta Ray.

← Kembali
Ekowisata & Konservasi

Surga Tersembunyi
di Kepulauan Raja Ampat

Kampung Saukabu bukan hanya tentang pantai — ia adalah rumah bagi satwa-satwa liar yang telah menghuni hutan dan perairannya selama ribuan tahun. Setiap kunjungan Anda turut mendukung pelestarian alam ini.

4+
Spesies Burung Terdokumentasi
2
Famili Burung Utama
Dilindungi
Status Konservasi Nasional
CITES II
Perlindungan Perdagangan Internasional
Tentang Ekowisata Saukabu

Birdwatching di Pulau Fam — Pengalaman yang Langka

Pulau Fam, tempat berdirinya Kampung Saukabu, termasuk dalam gugusan kepulauan di Kabupaten Raja Ampat yang dikenal sebagai salah satu pusat keanekaragaman hayati tertinggi di dunia. Hutan tropis yang masih terjaga dan perairan yang kaya nutrisi menciptakan ekosistem yang sempurna bagi beragam satwa liar.

Kegiatan pengamatan burung (birdwatching) di Saukabu telah diinisiasi oleh Tim KKN-PPM UGM 2026, dengan menghasilkan inventarisasi awal spesies yang kini dapat Anda lihat di bawah. Semakin banyak spesies yang akan didokumentasikan seiring berjalannya waktu.

🌅 Waktu Terbaik: Pagi hari pukul 06.00–09.00
🔭 Perlengkapan: Teropong & kamera telephoto sangat dianjurkan
🌿 Area: Tepi hutan, tepian sungai kecil, dan tajuk pohon buah
🤫 Tips: Diam dan sabar adalah kunci utama pengamatan satwa liar
🛡️ Sistem Perlindungan Satwa
LC Least Concern — Risiko Rendah (IUCN)
NT Near Threatened — Hampir Terancam
VU Vulnerable — Rentan
CITES II Perdagangan dikontrol ketat secara internasional
P.106 Dilindungi penuh oleh hukum Indonesia
Inventaris Burung Saukabu

Spesies yang Berhasil Didokumentasikan

Berikut adalah spesies-spesies burung yang telah diidentifikasi di sekitar Kampung Saukabu oleh Tim KKN-PPM UGM Periode 2 Tahun 2026. Dokumentasi terus berlanjut.

Elang-alap kelabu Papua
Accipitridae

Elang-alap kelabu Papua

Accipiter hiogaster
IUCN: LC CITES: II P.106

Elang-alap kelabu Papua adalah raptor berukuran sedang yang khas di Papua. Spesies ini merupakan predator burung-burung kecil dan reptil di hutan dataran rendah Pulau Fam. Penerbangannya yang cepat dan lincah di antara pepohonan menjadikannya pemburu yang sangat efektif.

Elang laut dada putih
Accipitridae

Elang laut dada putih

Haliaeetus leucogaster
IUCN: LC CITES: II P.106

Elang Laut Dada Putih adalah salah satu elang terbesar di kawasan Asia-Pasifik, dengan bentang sayap hingga 2,2 meter. Berwarna putih-abu-abu yang khas, kemunculannya di langit Saukabu selalu menjadi pemandangan yang mengesankan bagi siapa saja yang menyaksikannya.

Elang bondol
Accipitridae

Elang bondol

Haliastur indus
IUCN: LC CITES: II P.106

Elang Bondol adalah elang pesisir dengan tubuh putih bersih dan sayap cokelat kemerahan. Sangat mudah dijumpai di seluruh nusantara. Di Saukabu, sering terlihat melayang di atas pantai mencari ikan, crustasea, dan bangkai hewan laut di perairan dangkal.

Elang alap jambul
Accipitridae

Elang alap jambul

Lophospiza trivirgata
IUCN: LC CITES: II P.106

Elang Alap Jambul adalah accipiter berukuran sedang yang menghuni hutan primer dan sekunder. Ia memangsa burung kecil dan serangga besar dengan penerbangan yang cepat dan tersembunyi di antara kanopi pohon di Pulau Fam.

Cekakak pita biasa
Alcedinidae

Cekakak pita biasa

Tanysiptera galatea
IUCN: LC P.106

Cekakak Sega adalah kingfisher bermahkota biru cerah dengan ekor panjang berwarna putih yang sangat khas. Spesies ikonik Raja Ampat ini menghuni hutan dataran rendah dan menjadi daya tarik utama bagi pengamat burung dari seluruh dunia yang datang ke Saukabu.

Cekakak suci
Alcedinidae

Cekakak suci

Todiramphus sanctus
IUCN: LC P.106

Cekakak Suci adalah kingfisher berukuran sedang dengan punggung biru-hijau mengkilap dan dada putih bersih. Spesies migran parsial ini sering terlihat di tepi pantai, mangrove, dan kebun kelapa di sekitar Saukabu, Raja Ampat.

Cekakak pantai
Alcedinidae

Cekakak pantai

Todiramphus saurophagus
IUCN: LC P.106

Cekakak Raksasa adalah kingfisher terbesar di kawasan Papua. Dengan tubuh besar, paruh kuat, dan bulu biru-putih yang mencolok, spesies ini memangsa kadal, ular kecil, dan crustasea di tepi pantai dan hutan mangrove Saukabu.

Umukia raja
Anatidae

Umukia raja

Tadorna radjah
IUCN: LC P.106

Angsa Radjah adalah bebek besar khas Papua-Australia dengan bulu putih, kepala merah muda, dan paruh merah yang sangat mencolok. Menghuni hutan mangrove dan tepi sungai dekat pantai di Kepulauan Pam.

Cangak besar
Ardeidae

Cangak besar

Ardea alba
IUCN: LC P.106

Cangak Besar adalah kuntul putih berukuran besar yang umum dijumpai di kawasan pesisir dan rawa. Ia memangsa ikan, katak, dan serangga di perairan dangkal. Di Saukabu, terlihat mencari makan saat air surut di pantai berpasir.

Kuntul karang
Ardeidae

Kuntul karang

Egretta sacra
IUCN: LC P.106

Kuntul Karang hidup di ekosistem pesisir berbatu. Terdapat dua morfa: putih seluruhnya atau abu-abu gelap seluruhnya. Ia adalah predator aktif ikan dan crustasea di zona pasang surut, sering terlihat berdiri diam di atas batu karang.

Kekep babi
Artamidae

Kekep babi

Artamus leucorynchus
IUCN: LC P.106

Kekep Babi adalah burung kelabu-putih berukuran sedang yang sering terlihat bertengger berkelompok. Ia memangsa serangga yang ditangkap di udara. Di Saukabu, sering terlihat di kabel listrik atau ranting pohon mati di pinggir pantai.

Wili-wili besar
Burhinidae

Wili-wili besar

Esacus magnirostris
IUCN: NT P.106

Wili-wili Besar adalah burung pesisir berbadan besar dengan paruh tebal yang kuat. Spesies berstatus Near Threatened ini aktif di malam hari mencari kepiting dan moluska di pantai berbatu Pulau Fam.

Kepudang-sungu Papua
Campephagidae

Kepudang-sungu Papua

Coracina papuensis
IUCN: LC P.106

Kepudang-sungu Papua adalah burung dari famili Campephagidae dengan bulu abu-abu pucat dan sayap hitam. Ia menghuni tajuk hutan dataran rendah Saukabu dan sering bergabung dalam kelompok burung campuran.

Cabak malam besar
Caprimulgidae

Cabak malam besar

Caprimulgus macrurus
IUCN: LC P.106

Cabak Maling adalah burung malam yang aktif saat senja dan malam hari. Dengan pola bulu yang menyerupai kulit kayu, ia sempurna berkamuflase di lantai hutan saat beristirahat di siang hari di Pulau Fam.

Kakatua koki
Cacatuidae

Kakatua koki

Cacatua galerita
IUCN: LC CITES: II P.106

Kakatua Jambul Kuning adalah kakatua paling ikonik dengan bulu putih bersih dan jambul kuning yang spektakuler. Spesies yang sangat cerdas ini sering terlihat berkelompok berisik di tajuk pohon tinggi sekitar Saukabu.

Pergam hijau
Columbidae

Pergam hijau

Ducula aenea
IUCN: LC P.106

Pergam Hijau adalah merpati besar pemakan buah yang sangat penting bagi regenerasi hutan. Dengan bulu hijau mengkilap dan perut merah muda, spesies ini memiliki peran krusial sebagai pemencar biji pohon buah-buahan di hutan Saukabu.

Pergam rempah
Columbidae

Pergam rempah

Ducula myristicivora
IUCN: LC P.106

Pergam Pala adalah spesies pergam yang sangat menyukai buah pala. Bulu putih bersih dengan bagian atas abu-abu menjadikannya mudah dikenali. Sangat penting bagi ekologi hutan karena menyebarkan biji pala ke seluruh kawasan Kepulauan Pam.

Uncal sultan
Columbidae

Uncal sultan

Macropygia doreya
IUCN: LC P.106

Uncal Sultan adalah merpati bermata merah berwarna cokelat kemerahan yang menyukai tepi hutan dan semak belukar. Sering terdengar berkukuk lembut di pagi hari dari balik pepohonan di sekitar kampung Saukabu.

Walik dada putih
Columbidae

Walik dada putih

Ptilinopus rivoli
IUCN: LC P.106

Walik Dada Putih adalah merpati buah paling elegan di Raja Ampat. Jantan dewasa memiliki bulu hijau zamrud berkilau dengan dada putih bersih yang kontras. Di Saukabu, suara panggilannya yang berulang menjadi penanda kehadiran hutan yang masih sehat.

Gagak torres
Corvidae

Gagak torres

Corvus orru
IUCN: LC P.106

Gagak Torresian adalah gagak hitam legam yang sangat cerdas dan adaptif. Omnivora oportunistik yang memakan hampir segalanya. Di Saukabu, sering terlihat berkelompok dan berinteraksi dengan aktivitas keseharian warga kampung.

Tiong-lampu biasa
Coraciidae

Tiong-lampu biasa

Eurystomus orientalis
IUCN: LC P.106

Tiong Batu adalah burung berwarna biru-hijau mengkilap dengan paruh merah dan bercak putih berbentuk koin di sayap saat terbang. Ia berburu serangga besar di udara dari tenggeran yang tinggi di tepi hutan.

Srigunting Papua
Dicruridae

Srigunting Papua

Dicrurus bracteatus
IUCN: LC P.106

Srigunting Perahu adalah burung hitam mengkilap dengan ekor bercabang seperti garpu yang khas. Sangat agresif dalam mempertahankan wilayah, bahkan berani menyerang elang. Suaranya yang keras dan bervariasi mudah dikenali di hutan Saukabu.

Cikalang kecil
Fregatidae

Cikalang kecil

Fregata ariel
IUCN: LC P.106

Cikalang Kecil adalah burung laut dengan kemampuan terbang luar biasa. Ia tidak bisa mendarat di air karena bulunya tidak tahan air. Sering merampas makanan dari burung lain (kleptoparasitisme) di atas perairan Saukabu.

Cikalang besar
Fregatidae

Cikalang besar

Fregata minor
IUCN: LC P.106

Cikalang Besar memiliki rentang sayap lebih dari dua meter dan merupakan penguasa udara di atas perairan tropis. Kantung gular merah jantan menjadi atraksi musim kawin yang menakjubkan. Sering terlihat melayang tinggi di atas laut sekitar Piaynemo.

Layang-layang batu
Hirundinidae

Layang-layang batu

Hirundo tahitica
IUCN: LC P.106

Layang-layang Pasifik adalah layang-layang dengan punggung biru-hijau metalik dan perut putih. Sangat umum di kawasan pesisir dan pemukiman. Di Saukabu, terlihat terbang berputar rendah di atas pantai saat berburu serangga di udara.

Gosong kelam
Megapodiidae

Gosong kelam

Megapodius freycinet
IUCN: LC P.106

Maleo Gosong adalah megapoda unik yang tidak mengerami telurnya sendiri, melainkan mengubur telur di dalam gundukan pasir hangat. Panas bumi dan matahari menggantikan peran induk dalam proses penetasan — sebuah keunikan yang langka di dunia.

Isap-madu kepodang
Meliphagidae

Isap-madu kepodang

Gavicalis versicolor
IUCN: LC P.106

Isap-madu Berbintik adalah burung madu yang berperan penting sebagai penyerbuk bunga-bunga tropis di Saukabu. Dengan paruh melengkung dan lidah khusus untuk menghisap nektar, ia menjaga keseimbangan ekosistem hutan.

Kirik-kirik pelangi
Meropidae

Kirik-kirik pelangi

Merops ornatus
IUCN: LC P.106

Kirik-kirik Australia adalah burung cantik dengan kombinasi warna hijau, biru, kuning, dan merah. Ia adalah pemangsa lebah dan serangga lain yang ditangkap di udara. Spesies migran ini singgah di Papua saat musim non-breeding.

Sikatan kilap
Monarchidae

Sikatan kilap

Myiagra alecto
IUCN: LC P.106

Sikatan Kilap adalah flycatcher berukuran kecil-sedang. Jantan berwarna hitam mengkilap metalik, betina lebih pucat. Spesies ini aktif memangsa serangga di lapisan tengah hutan dan sering terlihat di kebun-kebun warga Saukabu.

Madu sriganti
Nectariniidae

Madu sriganti

Cinnyris jugularis
IUCN: LC P.106

Burung Madu Sriganti adalah burung madu yang paling umum di Asia Tenggara dan Papua. Jantan memiliki tenggorokan merah-ungu yang indah. Sangat aktif mengunjungi pohon-pohon berbunga di sekitar kampung Saukabu setiap hari.

Kancilan kelabu
Pachycephalidae

Kancilan kelabu

Pachycephala simplex
IUCN: LC P.106

Kancilan Polos adalah burung penyanyi dari famili Pachycephalidae dengan suara nyanyian yang merdu dan merambah. Meski penampilannya sederhana, ia mudah didengar di hutan sekunder dan tepi hutan di Pulau Fam.

Burung gereja erasia
Passeridae

Burung gereja erasia

Passer montanus
IUCN: LC P.106

Burung Gereja adalah spesies burung pipit yang sangat umum dan mudah dikenali di seluruh dunia. Dengan kepala cokelat dan bercak hitam di pipi, ia hidup berdampingan dengan manusia di lingkungan kampung dan pertanian Saukabu.

Nuri bayan
Psittaculidae

Nuri bayan

Eclectus roratus
IUCN: LC CITES: II P.106

Burung Bayan adalah salah satu spesies paling mencolok di Papua. Jantan berwarna hijau cerah dengan paruh merah-oranye; betina berwarna merah tua dengan perut biru dan paruh hitam — perbedaan ekstrem hingga sempat dikira dua spesies berbeda. Sering terlihat berpasangan di tajuk pohon tinggi sekitar Saukabu.

Nuri kalung ungu
Psittaculidae

Nuri kalung ungu

Eos squamata
IUCN: LC CITES: II P.106

Nuri Kalung-Ungu atau Lori Raja Kepulauan adalah lori berwarna merah dengan detail ungu dan biru yang memukau. Endemik Maluku dan Papua Barat, sering terlihat berkelompok besar di pohon berbunga, memakan nektar dan serbuk sari.

Nuri pipi merah
Psittaculidae

Nuri pipi merah

Geoffroyus geoffroyi
IUCN: LC CITES: II P.106

Nuri Pipi-Merah adalah nuri berukuran sedang yang sangat aktif. Jantan berciri kepala merah muda keunguan yang khas, betina berkepala cokelat. Berasosiasi kuat dengan hutan primer yang sehat. Sering terlihat terbang cepat di antara kanopi pohon buah di Saukabu.

Kipasan kebun
Rhipiduridae

Kipasan kebun

Rhipidura leucophrys
IUCN: LC P.106

Kipasan Belang adalah burung kecil yang aktif dan tidak takut manusia. Dengan bulu hitam-putih kontras dan ekor yang selalu dikibas-kibaskan, ia menjadi teman setia saat berjalan di sekitar kampung. Kehadirannya menjadi indikator ekosistem yang masih terjaga.

Perling ungu mata merah
Sturnidae

Perling ungu mata merah

Aplonis metallica
IUCN: LC P.106

Perling Sutera adalah jalak dengan bulu hitam mengkilap berwarna hijau-ungu metalik. Hidup berkoloni besar, membangun ratusan sarang menggantung dalam satu pohon. Di Saukabu, koloninya menjadi pemandangan yang sangat ramai dan ribut setiap sore hari.

← Kembali
Ensiklopedia Tumbuhan

Flora
Kampung Saukabu

Dokumentasi kekayaan vegetasi dan tumbuhan yang tumbuh di Pulau Fam dan sekitar Kampung Saukabu, disusun oleh Tim KKN-PPM UGM Periode 2 Tahun 2026.

22
Spesies Tumbuhan
39
Spesies Burung
Pulau Fam
Wilayah Dokumentasi
2026
Tahun Inventarisasi
Inventarisasi Tumbuhan

Spesies Tumbuhan di Saukabu

Dokumentasi 22 spesies pohon dan tumbuhan yang tumbuh di Kampung Saukabu dan Pulau Fam, disusun oleh Tim KKN-PPM UGM Periode 2 Tahun 2026.

Dokumen Lengkap

Ensiklopedia Flora Saukabu

Unduh atau buka dokumen PDF lengkap ensiklopedia flora Saukabu.

Browser Anda tidak mendukung tampilan PDF langsung.

Klik di sini untuk membuka PDF
← Kembali
Tempat Menginap

Homestay di
Kampung Saukabu

Menginap langsung di rumah warga dan rasakan kehidupan pesisir Raja Ampat yang autentik. Setiap homestay dikelola oleh keluarga lokal yang ramah dan berpengalaman melayani wisatawan dari seluruh dunia.

8Homestay Tersedia
Rp 350rbMulai dari
3xMakan Sehari
💡 Listrik — Generator aktif pukul 18.00 – 06.00. Siapkan powerbank!
💧 Air Bersih — Bersumber dari sumur. Air minum pakai galon.
📶 Internet — Sinyal 4G tersedia, kecepatan bervariasi.
💵 Pembayaran — Hanya tunai (cash). Tidak ada ATM di pulau.
Pilih Homestay Anda

8 Homestay Pilihan di Saukabu

Semua homestay melayani pemesanan langsung via WhatsApp. Hubungi pemilik untuk mengkonfirmasi ketersediaan kamar sebelum berkunjung.

🏝️
01
Snorkeling spot kelas duniaDekat PiaynemoMakan 4x sehariKelapa muda gratis

Saukabu Homestay

Ensuite bungalows di bawah pohon kelapa dengan snorkeling kelas dunia di depan pintu.
👤 Agnesius Fakdawer

Saukabu Homestay menawarkan pengalaman menginap autentik di Pulau Fam dengan bungalow berkamar mandi dalam (ensuite). Diapit pohon kelapa dan menghadap langsung ke perairan biru jernih, homestay ini adalah titik terbaik menikmati sunset sambil minum kelapa muda gratis. Piaynemo, ikon Raja Ampat, hanya 10–15 menit perjalanan laut.

🛏 Kamar: 5 kamar (kapasitas 2 orang/kamar)
💰 Harga: Rp 600.000/malam/orang
⛵ Pam: 500rb | Waisai: 3,5jt | Sorong: 6jt (speedboat). Tur Piaynemo, Andau, Nusa Garden tersedia.
🏝️
02
Pantai berpohon kelapaAkses ke semua atraksi PamTersedia di Booking.com

Mamere Homestay

Tiga bungalow di pantai berpohon kelapa, pusat dari semua atraksi Kepulauan Pam.
👤 Lamek Barangsano

Mamere Homestay terletak di pantai berpasir putih dan berbaris pohon kelapa yang teduh. Strategis sebagai basecamp untuk menjelajahi seluruh atraksi Kepulauan Pam dan Piaynemo. Tersedia pemesanan online melalui Stay Raja Ampat maupun Booking.com untuk kemudahan.

🛏 Kamar: 5 kamar (kapasitas 2–3 orang/kamar)
💰 Harga: Rp 400.000/malam (Stay Raja Ampat) | Rp 600.000/malam (Booking.com)
⛵ Jemput dari Waisai, Sorong, dan Pam dengan berbagai kapasitas kapal (15PK–200PK). Tur Piaynemo, Andau, Telaga Bintang, Nusa Garden tersedia.
🏝️
03
11 kamar VIPTerbesar di Saukabu43 ulasan positifDekat danau & hiking

Raja Ampat Sunrise Homestay

Homestay terbesar di Saukabu — 11 kamar VIP dengan danau, hiking, dan pantai menakjubkan.
👤 Paulus

Raja Ampat Sunrise adalah pilihan premium di Kepulauan Pam. Dengan 11 kamar VIP, homestay ini merupakan yang terbesar di Saukabu dan paling berpengalaman dalam melayani tamu dari berbagai negara (43 ulasan di StayRajaAmpat). Lokasinya dekat dengan danau pulau, jalur hiking, dan pantai-pantai spektakuler Pam — semuanya dalam jarak berjalan kaki.

🛏 Kamar: 11 kamar VIP
💰 Harga: Rp 700.000/malam/orang | Rp 1.000.000/malam/2 orang
⛵ Waisai: Longboat 2,5jt (4 org) | Speedboat 6jt (4 org). Tur sekitar Pam tersedia.
🏝️
04
Bungalow kayu berkualitasPantai pasir putih11 ulasan positifKamar mandi ensuite

Mandarou Homestay

Bungalow kayu bercat dengan kamar mandi ensuite di pantai pasir putih — sulit ditandingi.
👤 Frans Dimara

Mandarou Homestay dikenal dengan kualitas bangunannya yang menonjol — bungalow berpanel kayu dengan jendela kaca dan kamar mandi dalam yang membuatnya sangat nyaman untuk standar homestay Raja Ampat. Letaknya di pantai pasir putih di jantung Kepulauan Pam, ideal untuk eksplorasi ke segala penjuru.

🛏 Kamar: 8 kamar
💰 Harga: Rp 500.000/malam/orang
⛵ Jemput dari Waisai: Longboat 2,5jt (2 org) atau 3jt (3+ org). Tur tersedia.
🏝️
05
32 ulasan di StayRajaAmpatRestoran sendiriPaket snorkeling & divingAkses danau & Piaynemo

Tanjung Mefiyai Homestay

Pantai putih sempurna, karang indah, danau pedalaman — pusat atraksi Piaynemo.
👤 Nataniel Fakdawer

Tanjung Mefiyai merupakan salah satu homestay paling direkomendasikan di Kepulauan Pam (32 ulasan di StayRajaAmpat). Memiliki 8 kamar dalam 3 tipe — VIP tepi pantai, VIP darat, dan reguler — serta restoran sendiri. Lokasinya di titik strategis untuk mengakses Piaynemo, danau pedalaman, dan spot snorkeling terbaik. Paket snorkeling & diving tersedia.

🛏 Kamar: 8 kamar (3 VIP pantai, 3 VIP darat, 2 reguler)
💰 Harga: VIP Pantai: Rp 600.000/org | VIP Darat: Rp 500.000/org | Reguler: Rp 450.000/org
⛵ Longboat: Waisai 2,5jt | Kri 2jt | Batanta 2,5–3jt. Snorkeling 3 spot + Piaynemo: 1,5jt/perahu.
🏝️
06
Hanya 2 kamar (sangat privat)WC dalamSuasana tenang & intim

Saawinsrom

Retreat privat dan tenang — 2 kamar eksklusif untuk pengalaman menginap yang intim.
👤 Asur

Saawinsrom adalah pilihan sempurna bagi pasangan atau teman perjalanan yang menginginkan suasana privat dan tenang di Raja Ampat. Hanya tersedia 2 kamar, menjamin ketenangan dan perhatian penuh dari tuan rumah. Dilengkapi WC dalam dan makan 3x sehari, cukup untuk memanjakan diri setelah seharian berpetualang.

🛏 Kamar: 2 kamar (kapasitas 2 orang/kamar)
💰 Harga: Rp 600.000/malam
⛵ Jemput dari Waisai (Longboat): 1,5jt (4 org). Trip Piaynemo: 1jt (4 org).
🏝️
07
Homestay baru & terawatKeluarga super ramahPantai pasir putihDekat Saukabu

Tara Fudin Homestay

Empat bungalow di pantai pasir putih — homestay baru dengan keluarga yang sangat ramah.
👤 Martin (Lefrida & Marthen)

Tara Fudin adalah homestay yang relatif baru namun sudah menuai ulasan sangat positif dari tamu internasional. Bungalow-bungalownya dalam kondisi prima karena masih baru, terletak di pantai berpasir putih yang indah di pesisir timur laut Pulau Pam. Keluarga Martin sangat ramah dan berusaha keras untuk kepuasan tamu. Kampung Saukabu hanya selangkah dari homestay ini.

🛏 Kamar: 3 kamar (1 VIP, 2 reguler, kapasitas 2 orang)
💰 Harga: Reguler: Rp 350.000/org | VIP: Rp 500.000/org
⛵ Longboat: Waisai 2,5jt | Arborek 1,5jt | Kri 2jt | Batanta 2,5jt. Trip Piaynemo, Andau, Pulau Nafsi: masing-masing 1jt.
🏝️
08
Bungalow ensuitePantai pasir putihDekat spot manta ray6 ulasan positif

Saubaryam Homestay

Bungalow ensuite di pantai pasir putih — Piaynemo, manta, dan snorkeling kelas dunia.
👤 Stefanus Ivakdalam

Saubaryam Homestay menonjol dengan 3 bungalow berkamar mandi dalam (ensuite) yang langsung menghadap pantai pasir putih di jantung Kepulauan Pam. Spot snorkeling dan manta ray Andau sama-sama dekat dari sini. Dengan 6 ulasan positif di StayRajaAmpat, Saubaryam menjadi pilihan terpercaya bagi siapa saja yang ingin merasakan keajaiban bawah laut Pam.

🛏 Kamar: 5 kamar (kapasitas 2–4 orang)
💰 Harga: Rp 500.000/orang
⛵ Jemput Waisai (Longboat): 2,5jt. Trip Andau Manta Point: 1jt | Trip Piaynemo: hubungi langsung.
← Kembali ke Beranda
Produk Lokal

UMKM Kampung Saukabu

Dukung perekonomian warga dengan membeli produk-produk lokal asli Saukabu. Hubungi langsung penjual untuk pemesanan.

Minyak Kelapa Murni (VCO)

Minyak Kelapa Murni (VCO)

Minyak kelapa murni hasil olahan tangan warga Kampung Saukabu. Diproses tanpa pemanasan tinggi sehingga nutrisi kelapa tetap terjaga. Cocok untuk perawatan kulit, rambut, dan suplemen kesehatan alami.

Kerajinan Noken Saukabu

Kerajinan Noken Saukabu

Tas tradisional Noken yang dirajut manual menggunakan serat kulit kayu pilihan. Kuat, tahan lama, dan memiliki nilai seni budaya Papua yang tinggi. Tersedia dalam berbagai ukuran.

Ikan Asin Khas Raja Ampat

Ikan Asin Khas Raja Ampat

Ikan laut segar tangkapan nelayan lokal yang diasinkan dan dijemur di bawah sinar matahari langsung. Tanpa bahan pengawet kimia, rasanya gurih dan tahan lama.

Tikar Anyaman Daun Pandan

Tikar Anyaman Daun Pandan

Tikar tradisional hasil anyaman rapi dari daun pandan laut yang tumbuh di pesisir Saukabu. Proses pengeringan alami membuatnya awet, nyaman digunakan, dan harum khas pandan.

Kue Lontar Saukabu

Kue Lontar Saukabu

Kue khas Papua dengan tekstur lembut di tengah dan renyah di pinggir. Dibuat fresh setiap hari dengan resep turun-temurun. Cocok untuk teman minum teh atau kopi di sore hari.

Abon Ikan Tuna Asap

Abon Ikan Tuna Asap

Abon yang terbuat dari daging ikan tuna segar pilihan yang diasap. Proses pengasapan memberikan aroma khas yang menggugah selera. Sangat pas disajikan dengan nasi hangat.

Gelang Akar Bahar

Gelang Akar Bahar

Kerajinan aksesoris gelang yang terbuat dari akar bahar asli dari perairan Raja Ampat. Dipercaya masyarakat setempat memiliki khasiat kesehatan dan menangkal energi negatif.

Madu Hutan Liar Pam

Madu Hutan Liar Pam

Madu hutan murni yang dipanen langsung dari hutan Pulau Fam. Memiliki rasa manis alami yang sedikit asam dan kaya akan antioksidan, sangat baik untuk menjaga stamina tubuh.

Kripik Sukun Gurih

Kripik Sukun Gurih

Camilan renyah yang terbuat dari buah sukun pilihan yang tumbuh subur di kampung. Diiris tipis dan digoreng dengan bumbu rempah lokal, menjadikannya oleh-oleh favorit wisatawan.

Topi Anyaman Daun Kelapa

Topi Anyaman Daun Kelapa

Topi ramah lingkungan hasil kreasi anyaman daun kelapa muda. Sangat ringan dan sejuk saat dipakai, cocok digunakan untuk melindungi kepala saat menjelajahi pantai di siang hari.

← Kembali ke Beranda
Berita & Update

Kabar terbaru dari Saukabu

Perayaan Hari Ulang Tahun Saukabu ke-26
Juni 2026

Perayaan Hari Ulang Tahun Saukabu ke-26

Kampung Saukabu merayakan hari ulang tahunnya yang ke-26 bersama seluruh warga kampung dan mahasiswa KKN-PPM UGM. Perayaan berlangsung meriah di tepi pantai pasir putih Saukabu dengan berbagai kegiatan kebersamaan yang mempererat tali persaudaraan.

Penyambutan Hangat Tim KKN UGM di Desa Pam
Juni 2026

Penyambutan Hangat Tim KKN UGM di Desa Pam

Seluruh tim mahasiswa KKN-PPM UGM Periode 2 Tahun 2026 disambut hangat oleh masyarakat Desa Pam saat tiba dari pelabuhan. Penyambutan penuh keramahan ini menjadi awal yang membahagiakan dari program pengabdian masyarakat bertema 'Amai Pulau Pam' di Raja Ampat.

Penyerahan Resmi Mahasiswa KKN UGM ke Kampung Saukabu
Juni 2026

Penyerahan Resmi Mahasiswa KKN UGM ke Kampung Saukabu

Dosen Pembimbing Lapangan (DPL) secara resmi menyerahkan mahasiswa KKN-PPM UGM Periode 2 Tahun 2026 kepada perangkat Kampung Saukabu. Serah terima ini menandai dimulainya program pengabdian masyarakat selama kurang lebih satu bulan penuh di Kepulauan Pam, Raja Ampat.

Tim KKN UGM Kunjungi Puncak Piaynemo 1
Juli 2026

Tim KKN UGM Kunjungi Puncak Piaynemo 1

Mahasiswa KKN-PPM UGM Periode 2 melakukan kunjungan ke Puncak Piaynemo — ikon Raja Ampat yang hanya 10–15 menit perjalanan laut dari Saukabu. Kunjungan ini sekaligus menjadi bagian dari survei potensi alam kampung untuk mendukung program pengabdian masyarakat.

Tim KKN UGM Kunjungi Puncak Piaynemo 2
Juli 2026

Tim KKN UGM Kunjungi Puncak Piaynemo 2

Keindahan luar biasa dari Puncak Piaynemo yang diabadikan oleh tim KKN UGM. Lanskap gugusan pulau karang ini menjadi daya tarik wisata utama yang dapat dikembangkan bersama masyarakat sekitar Saukabu.

Pemetaan Wilayah dan Pemasangan Peta Kampung Saukabu
Juli 2026

Pemetaan Wilayah dan Pemasangan Peta Kampung Saukabu

Tim KKN UGM bersama perangkat kampung menyelesaikan koordinasi pemetaan wilayah Kampung Saukabu di Pulau Fam. Peta administrasi kampung yang dihasilkan kemudian dipasang secara resmi sebagai referensi pengelolaan wilayah kampung ke depannya.

← Kembali ke Beranda
Akses & Lokasi

Cara menuju Kampung Saukabu

Rute 1

Kapal ASDP Terubuk 1

Dari pelabuhan di Sorong, Anda dapat menggunakan kapal feri ASDP Terubuk 1 menuju Pulau Fambemuk (Desa Pam).

Rute 2

Speedboat ke Saukabu

Setelah tiba di pelabuhan Desa Pam, perjalanan dilanjutkan menggunakan speedboat atau longboat sekitar 15 menit langsung menuju Pulau Fam (Desa Saukabu).

Konektivitas

Internet Lancar

Meski berada di kampung pesisir yang cukup terpencil, akses internet di Saukabu sudah berjalan lancar untuk kebutuhan pengunjung.

← Kembali ke Beranda
Pertanyaan Umum

Yang sering ditanyakan pengunjung

Apakah ada homestay di Saukabu?

Ya, tersedia 8 homestay milik warga kampung. Kunjungi bagian Homestay untuk melihat daftar dan menghubungi langsung pemiliknya via WhatsApp.

Apakah ada listrik di Saukabu?

Ada! Listrik di Saukabu menggunakan generator berbahan bakar solar/bensin yang aktif dari pukul 18.00 hingga 06.00. Di luar jam tersebut, tidak ada aliran listrik, jadi pastikan perangkat Anda terisi penuh di malam hari.

Bagaimana dengan air bersih di Saukabu?

Air bersih di Saukabu bersumber dari sumur. Tersedia untuk kebutuhan sehari-hari.

Bagaimana cara ke Saukabu dari Sorong?

Dari Sorong, naik kapal ASDP Terubuk 1 menuju Pulau Fambemuk (Desa Pam), kemudian lanjut speedboat/longboat sekitar 15 menit ke Pulau Fam (Desa Saukabu). Total perjalanan laut sekitar 2–2,5 jam.

Apakah ada sinyal HP dan internet di Saukabu?

Ya, akses internet di Saukabu sudah berjalan lancar. Pengunjung dapat tetap terhubung selama tinggal di kampung.

Apakah ada kendaraan bermotor di Saukabu?

Tidak ada kendaraan bermotor darat di Saukabu. Transportasi utama adalah kapal dan perahu. Ini justru menjadi bagian dari keunikan kampung pesisir ini!

Apa saja yang bisa dilakukan di Saukabu?

Banyak! Antara lain: susur gua melihat artefak peninggalan pendahulu, pengamatan burung endemik, menelusuri sejarah dari Buku Album Saukabu, dan mengunjungi Puncak Piaynemo yang hanya 10–15 menit dari kampung.

Kapan waktu terbaik berkunjung ke Saukabu?

Waktu terbaik umumnya antara Oktober hingga April saat cuaca lebih tenang dan laut lebih bersahabat untuk perjalanan laut.

Apakah ada fasilitas kesehatan di Saukabu?

Di Saukabu tersedia Pustu (Puskesmas Pembantu). Untuk fasilitas yang lebih lengkap, Puskesmas terdekat berada di Pulau Manyaifun.