Jouw Suba —

Kampung
Saukabu

Kampung pesisir di Waigeo Barat Kepulauan, Kabupaten Raja Ampat, dengan hamparan pasir putih yang memanjang dan letak berhadapan langsung dengan Puncak Piaynemo.

148 KK
Kepala Keluarga
SK No. 51/2014
Penetapan SK Kampung
8-12 Jam
Akses Laut ke Saukabu dari Sorong
10–15 Menit
Menuju Puncak Piaynemo
🏝️

Tentang Desa

Profil, lokasi, dan informasi umum Kampung Saukabu.

🎯

Atraksi & Aktivitas

Gua bersejarah, observasi alam, dan pesona Puncak Piaynemo.

🦜

Keanekaragaman Hayati

Beragam spesies burung endemik dan satwa liar lainnya.

🏠

Homestay

Tempat menginap autentik bersama warga lokal.

🛒

Produk UMKM

Kerajinan tangan, kuliner lokal, dan produk unggulan.

📰

Berita & Update

Informasi terbaru seputar kegiatan dan program desa.

📸

Galeri & FAQ

Kumpulan foto, akses lokasi, dan pertanyaan umum.

← Kembali ke Beranda
Tentang Kampung

Kampung pesisir dengan garis pantai pasir putih yang panjang

Saukabu adalah kampung pesisir di Kabupaten Raja Ampat, Provinsi Papua Barat Daya, yang dikenal dengan pesona pasir putihnya yang membentang cukup panjang di sepanjang bibir pantai. Keseharian masyarakat Saukabu bertumpu pada laut dan kebun — sebagian besar warga bermata pencaharian sebagai nelayan dan petani, sekaligus mulai aktif terbuka bagi pengunjung dari berbagai daerah.

Akses internet di Saukabu sudah berjalan lancar, sehingga pengunjung tetap dapat terhubung selama tinggal di kampung — mulai dari mengabadikan momen di pantai hingga berbagi cerita perjalanan secara langsung.

Legalitas
Kampung Resmi Berstatus SK Ditetapkan oleh Pemerintah Kabupaten Raja Ampat
No. SK  : 51 Tahun 2014
Lokasi  : Distrik Waigeo Barat Kepulauan
Status  : Kampung Pesisir — 148 Kepala Keluarga
📸 Foto Kampung Saukabu
Menunggu dokumentasi dari tim KKN
Letak Istimewa
Dermaga menuju Piaynemo
15' Menit Perjalanan Laut

Gerbang Terdekat menuju Puncak Piaynemo

Kampung Saukabu merupakan salah satu titik terdekat menuju Puncak Piaynemo, ikon Raja Ampat yang terkenal di dunia. Hanya dengan perjalanan laut sekitar 10–15 menit dari desa, Anda sudah tiba di gugusan pulau karang Piaynemo yang menakjubkan.

Posisi strategis ini menjadikan Saukabu tempat singgah yang ideal — menawarkan suasana kampung pesisir yang tenang, sekaligus basis terdekat untuk menjelajahi salah satu lanskap karst paling ikonik di dunia.

← Kembali ke Beranda
Atraksi & Aktivitas

Lebih dari sekadar pantai — kehidupan kampung yang autentik

Petualangan

Susur Gua & Artefak

Jelajahi gua-gua di sekitar kampung yang menyimpan jejak lanskap karst dan saksi bisu sejarah melalui berbagai artefak peninggalan pendahulu yang masih terjaga.

Jejak Pendahulu

Buku Album Saukabu

Menelusuri sejarah awal dan dokumentasi lawas Desa Saukabu, termasuk inisiatif awal kawasan Taman Perlindungan Laut dari catatan Sea Sanctuaries Trust.

Ekowisata

Pengamatan Burung

Amati langsung ragam spesies burung eksotis dan endemik di habitat aslinya di sekitar desa dan pulau tempat kami mengabdi.

← Kembali
Ekowisata & Konservasi

Surga Tersembunyi
di Kepulauan Raja Ampat

Kampung Saukabu bukan hanya tentang pantai — ia adalah rumah bagi satwa-satwa liar yang telah menghuni hutan dan perairannya selama ribuan tahun. Setiap kunjungan Anda turut mendukung pelestarian alam ini.

4+
Spesies Burung Terdokumentasi
2
Famili Burung Utama
Dilindungi
Status Konservasi Nasional
CITES II
Perlindungan Perdagangan Internasional
Tentang Ekowisata Saukabu

Birdwatching di Pulau Fam — Pengalaman yang Langka

Pulau Fam, tempat berdirinya Kampung Saukabu, termasuk dalam gugusan kepulauan di Kabupaten Raja Ampat yang dikenal sebagai salah satu pusat keanekaragaman hayati tertinggi di dunia. Hutan tropis yang masih terjaga dan perairan yang kaya nutrisi menciptakan ekosistem yang sempurna bagi beragam satwa liar.

Kegiatan pengamatan burung (birdwatching) di Saukabu telah diinisiasi oleh Tim KKN-PPM UGM 2026, dengan menghasilkan inventarisasi awal spesies yang kini dapat Anda lihat di bawah. Semakin banyak spesies yang akan didokumentasikan seiring berjalannya waktu.

🌅 Waktu Terbaik: Pagi hari pukul 06.00–09.00
🔭 Perlengkapan: Teropong & kamera telephoto sangat dianjurkan
🌿 Area: Tepi hutan, tepian sungai kecil, dan tajuk pohon buah
🤫 Tips: Diam dan sabar adalah kunci utama pengamatan satwa liar
🛡️ Sistem Perlindungan Satwa
LC Least Concern — Risiko Rendah (IUCN)
NT Near Threatened — Hampir Terancam
VU Vulnerable — Rentan
CITES II Perdagangan dikontrol ketat secara internasional
P.106 Dilindungi penuh oleh hukum Indonesia
Inventaris Burung Saukabu

Spesies yang Berhasil Didokumentasikan

Berikut adalah spesies-spesies burung yang telah diidentifikasi di sekitar Kampung Saukabu oleh Tim KKN-PPM UGM Periode 2 Tahun 2026. Dokumentasi terus berlanjut.

← Kembali
Tempat Menginap

Homestay di
Kampung Saukabu

Menginap langsung di rumah warga dan rasakan kehidupan pesisir Raja Ampat yang autentik. Setiap homestay dikelola oleh keluarga lokal yang ramah dan berpengalaman melayani wisatawan dari seluruh dunia.

8Homestay Tersedia
Rp 350rbMulai dari
3xMakan Sehari
💡 Listrik — Generator aktif pukul 18.00 – 06.00. Siapkan powerbank!
💧 Air Bersih — Bersumber dari sumur. Air minum pakai galon.
📶 Internet — Sinyal 4G tersedia, kecepatan bervariasi.
💵 Pembayaran — Hanya tunai (cash). Tidak ada ATM di pulau.
Pilih Homestay Anda

8 Homestay Pilihan di Saukabu

Semua homestay melayani pemesanan langsung via WhatsApp. Hubungi pemilik untuk mengkonfirmasi ketersediaan kamar sebelum berkunjung.

Produk Lokal

UMKM Kampung Saukabu

Dukung perekonomian warga dengan membeli produk-produk lokal asli Saukabu. Hubungi langsung penjual untuk pemesanan.

Berita & Update

Kabar terbaru dari Saukabu

Akses & Lokasi

Cara menuju Kampung Saukabu

Rute 1

Kapal ASDP Terubuk 1

Dari pelabuhan di Sorong, Anda dapat menggunakan kapal feri ASDP Terubuk 1 menuju Pulau Fambemuk (Desa Pam).

Rute 2

Speedboat ke Saukabu

Setelah tiba di pelabuhan Desa Pam, perjalanan dilanjutkan menggunakan speedboat atau longboat sekitar 15 menit langsung menuju Pulau Fam (Desa Saukabu).

Konektivitas

Internet Lancar

Meski berada di kampung pesisir yang cukup terpencil, akses internet di Saukabu sudah berjalan lancar untuk kebutuhan pengunjung.

Pertanyaan Umum

Yang sering ditanyakan wisatawan

Apakah ada homestay di Saukabu?

Ya, tersedia 9 homestay milik warga kampung. Kunjungi bagian Homestay untuk melihat daftar dan menghubungi langsung pemiliknya via WhatsApp.

Apakah ada listrik di Saukabu?

Ada! Listrik di Saukabu menggunakan generator berbahan bakar solar/bensin yang aktif dari pukul 18.00 hingga 06.00. Di luar jam tersebut, tidak ada aliran listrik, jadi pastikan perangkat Anda terisi penuh di malam hari.

Bagaimana dengan air bersih di Saukabu?

Air bersih di Saukabu bersumber dari sumur. Tersedia untuk kebutuhan sehari-hari.

Bagaimana cara ke Saukabu dari Sorong?

Dari Sorong, naik kapal ASDP Terubuk 1 menuju Pulau Fambemuk (Desa Pam), kemudian lanjut speedboat/longboat sekitar 15 menit ke Pulau Fam (Desa Saukabu). Total perjalanan laut sekitar 2–2,5 jam.

Apakah ada sinyal HP dan internet di Saukabu?

Ya, akses internet di Saukabu sudah berjalan lancar. Pengunjung dapat tetap terhubung selama tinggal di kampung.

Apakah ada kendaraan bermotor di Saukabu?

Tidak ada kendaraan bermotor darat di Saukabu. Transportasi utama adalah kapal dan perahu. Ini justru menjadi bagian dari keunikan kampung pesisir ini!

Apa saja yang bisa dilakukan di Saukabu?

Banyak! Antara lain: susur gua melihat artefak peninggalan pendahulu, pengamatan burung endemik, menelusuri sejarah dari Buku Album Saukabu, dan mengunjungi Puncak Piaynemo yang hanya 10–15 menit dari kampung.

Kapan waktu terbaik berkunjung ke Saukabu?

Waktu terbaik umumnya antara Oktober hingga April saat cuaca lebih tenang dan laut lebih bersahabat untuk perjalanan laut.

Apakah ada fasilitas kesehatan di Saukabu?

Di Saukabu tersedia Pustu (Puskesmas Pembantu). Untuk fasilitas yang lebih lengkap, Puskesmas terdekat berada di Pulau Manyaifun.